Sukabumi.bentengkeadilannews.com. Aseu Riyadi, Alumni HMI yang pernah menjabar sebagai Ketua Umum pertama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi–Cianjur (Suci) sekaligus Direktur Cimelati, menghadiri kegiatan Bulan Bakti Insan Cita yang diselenggarakan oleh Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Sukabumi.
Kegiatan yang mengusung tema “KAHMI Berbuat dan Bermanfaat untuk Ummat dan Bangsa” tersebut dilaksanakan sebagai bentuk nyata pengabdian sosial KAHMI kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini, MD KAHMI Sukabumi menghadirkan berbagai layanan sosial, di antaranya donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, fasilitasi pembuatan sertifikat halal secara gratis, serta open donasi untuk program rumah tidak layak huni.

Aseu Riyadi menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Bulan Bakti Insan Cita merupakan contoh konkret bagaimana organisasi alumni dapat berperan aktif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi yang sangat luar biasa kepada KAHMI Sukabumi atas inisiatif dan konsistensinya dalam menghadirkan kegiatan sosial yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini adalah wujud nyata dari nilai keinsanan dan keummatan yang selama ini diajarkan dalam HMI,” ujar Aseu Riyadi.
Lebih lanjut, Aseu berharap KAHMI dapat terus menjaga semangat pengabdian sosial dan memperluas dampak kegiatan serupa di masa mendatang. Ia menilai, keberlanjutan program-program sosial sangat penting untuk menjawab berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat.
“Kami berharap KAHMI tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus melahirkan program-program yang berdampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di bidang sosial, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” tambahnya.
Kegiatan Bulan Bakti Insan Cita ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir dan merasakan langsung manfaat dari layanan sosial yang disediakan. Hal tersebut menegaskan peran strategis KAHMI sebagai organisasi alumni yang tidak hanya berorientasi pada gagasan, tetapi juga aksi nyata di tengah masyarakat.
(Faturahman)
