Evaluasi Total Walikota Sukabumi Yang Dinilai Serakah, Pembohong Dan Anti Kritik

Sukabumi.bentengkeadilannews.com. Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Ayep Zaki,gelombang kekecewaan publik kian menguat. SEMMI Kota Sukabumi menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk perlawanan moral terhadap kepemimpinan yang mereka nilai gagal, tertutup, dan jauh dari kepentingan rakyat.(26/2/26).

“Evaluasi Total Wali Kota: Serakah, Pembohong dan Anti Kritik”, SEMMI Kota Sukabumi secara terbuka menyatakan bahwa selama satu tahun terakhir, Pemerintah Kota Sukabumi tidak menunjukkan perubahan signifikan ke arah kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, berbagai kebijakan dinilai elitis,tidak transparan,dan minim partisipasi publik.

Dalam orasinya, massa aksi menuding adanya praktik pengelolaan kebijakan yang tidak akuntabel, lemahnya transparansi anggaran, serta dugaan pengingkaran janji-janji politik yang disampaikan saat kampanye. Mahasiswa juga menyoroti sikap Pemerintah Kota yang dinilai defensif dan alergi terhadap kritik,sehingga ruang demokrasi ditingkat lokal semakin menyempit.

“Selama satu tahun ini, yang kami lihat bukan kepemimpinan yang merangkul, tetapi kepemimpinan yang anti kritik. Kritik dibalas dengan pembenaran, aspirasi dijawab dengan pembelaan diri. Ini bukan watak pemimpin yang demokratis,” tegas Rizki Kurnia ( Ketua Umum SEMMI Kota Sukabumi)

Mahasiswa menilai bahwa kekuasaan telah dijalankan tanpa keterbukaan dan tanpa keberpihakan yang jelas kepada masyarakat kecil. Mereka menegaskan bahwa jabatan publik bukanlah alat untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara moral dan politik.

Ada pun tuntutan SEMMI KOTA SUKABUMI dalam aksi ini adalah:

1.Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan seluruh jajaranpemerintahdaerah.
2.Membuka secara transparan seluruh penggunaan anggaran dan capaian program kerja kepada publik.
3.Menghentikan kebijakan yang dinilai tidak pro-rakyat dan tidak partisipatif.
4.Menjamin kebebasan berpendapat serta membuka ruang dialog publik tanpa intimidasi dan pembungkaman.

SEMMI menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kontrol sosial dan tanggung jawab historis kaum intelektual dalam menjaga marwah demokrasi lokal. Jika tuntutan ini diabaikan, mahasiswa menyatakan siap mengonsolidasikan gerakan lanjutan dengan skala yang lebih besar.

Aksi berlangsung dengan tertib dan damai, namun membawa pesan yang tegas: rakyat tidak boleh dibohongi, kritik tidak boleh dibungkam, dan kekuasaan tidak boleh dijalankan secara sewenang-wenang.

Pernyataan Sikap SEMMI Kita Sukabumi
Dengan ini kami menyatakan:

1.Bahwa kami menilai kepemimpinan Wali Kota selama satu tahun terakhir gagal menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan partisipatif.

2.Bahwa kami mengecam segala bentuk pembungkaman kritik dan sikap anti dialog yang mencederainilaidemokrasi.

3.Bahwa jabatan publik adalah amanah rakyat, bukan ruang untuk membangun citra dan kepentingankelompoktertentu.

4.Bahwa setiap janji politik adalah kontrak moral yang wajib ditepati, bukan sekadar retorika kampanye.

5.Bahwa SEMMI akan berdiri di garis depan dalam melawan segala bentuk keserakahan, kebohongan publik, dan penyalahgunaan kekuasaan.

6.Bahwa kami mendesak audit dan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan serta penggunaan anggaranpemerintahdaerah.

7.Bahwa apabila tuntutan ini diabaikan, kami siap menggalang konsolidasi gerakan yang lebih luas dan berkelanjutan.

(Red)