Ketua Umum Badko HMI Jabar Diteror Usai Bahas Aktor Intelektual Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

Bandung.bentengkeadilannews. Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, Siti Nurhayati Barsasmy, mengaku mengalami teror dan intimidasi dari pihak tak dikenal setelah menyuarakan kritik terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Andrie Yunus.

Siti mengungkapkan, rangkaian ancaman tersebut mulai ia terima usai mengunggah sebuah video pada 21 Maret 2026. Dalam video tersebut, ia menyoroti dugaan adanya aktor intelektual di balik peristiwa kekerasan yang dialami Andrie Yunus.

“Setelah unggahan itu, saya menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang berisi ancaman serius. Saya diminta untuk diam, bahkan pelaku menyebutkan posisi ibu saya, serta mengancam akan melakukan hal yang sama seperti yang dialami Bang Andrie,” ujar Siti dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).

Menurutnya, bentuk intimidasi tersebut tidak hanya menyasar dirinya secara pribadi, tetapi juga telah menyentuh ranah keluarga, yang dinilai sebagai tindakan yang sangat meresahkan dan tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum.

Meski demikian, Siti menegaskan bahwa teror yang ia alami tidak akan menyurutkan langkahnya dalam memperjuangkan kebenaran dan menyuarakan keadilan. Ia justru menilai tekanan tersebut sebagai bentuk nyata adanya upaya pembungkaman terhadap kritik publik.

“Kami tidak takut. Teror ini justru semakin memantik semangat kami. Semakin diteror, semakin gacor,” tegasnya.

Siti juga menyerukan kepada aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, termasuk mengungkap aktor intelektual yang diduga berada di balik peristiwa tersebut. Ia menekankan pentingnya jaminan keamanan bagi aktivis dan masyarakat sipil dalam menyampaikan pendapat di ruang publik tanpa rasa takut.

(Ade Eko)