Denpasar.bentengkeadilannews.com. Upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencegah potensi konflik sosial terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Pembinaan Komunikasi Cegah Konflik Sosial yang digelar di Aula Makodim 1611/Badung, Jalan Sugianyar No. 6, Dauh Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Senin (13/4).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.25 Wita ini dipimpin oleh Kolonel Inf Jerry Harapan Tua Simatupang dan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga organisasi kemasyarakatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Letkol Inf Fernando Batubara beserta tim, perwakilan Korem 163/Wira Satya, jajaran Kodim 1611/Badung, unsur Polresta Denpasar, Kesbangpol Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, serta berbagai elemen masyarakat seperti Banser, Pecalang, Satpol PP, dan organisasi kepemudaan lainnya.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasdim 1611/Badung, Komandan Kodim menegaskan bahwa kegiatan pembinaan komunikasi ini merupakan langkah strategis dalam membangun koordinasi dan sinergitas antar seluruh komponen bangsa. Hal ini dinilai penting mengingat wilayah Denpasar dan Kabupaten Badung memiliki tingkat heterogenitas masyarakat yang tinggi.
“Kondisi keberagaman ini merupakan kekayaan bangsa, namun juga berpotensi menimbulkan kerawanan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif seluruh elemen, baik TNI-Polri, pemerintah daerah, maupun tokoh masyarakat dan adat,” disampaikan dalam sambutan tersebut.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diajak untuk meningkatkan komunikasi lintas instansi, mengedepankan pendekatan persuasif berbasis kearifan lokal, serta melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya, terutama di era digital saat ini.
Sementara itu, dalam arahannya, Kolonel Inf Jerry Harapan Tua Simatupang menekankan bahwa sejak kemerdekaan Indonesia hingga saat ini, berbagai ancaman terhadap stabilitas nasional seperti konflik sosial, terorisme, hingga separatisme masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Menurutnya, konflik sosial kerap dipicu oleh dinamika sosial dan intervensi tertentu yang dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari rasa tidak aman hingga kerugian sosial dan ekonomi di masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mencegah konflik sosial melalui pendekatan komunikasi, edukasi, dan kolaborasi. Seluruh komponen bangsa harus bersatu dan segera melaporkan setiap potensi konflik kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan langkah preventif,” tegasnya.
Dalam sesi pemaparan materi, para narasumber dari TNI, Polri, dan Kesbangpol menekankan pentingnya komunikasi efektif, penguatan wawasan kebangsaan, serta sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan generasi muda. Materi juga menyoroti pentingnya deteksi dini, manajemen emosi, serta penyelesaian konflik secara damai guna menjaga keharmonisan sosial.
Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain penggunaan teknik komunikasi yang efektif, penguatan nilai persatuan dalam keberagaman, pelibatan masyarakat dalam pemetaan potensi konflik, serta peran pemuda sebagai agen perdamaian. Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik guna meminimalisir potensi kecemburuan sosial.
Suasana diskusi berlangsung dinamis, para peserta tampak sangat antusias saat sesi tanya jawab dengan para narasumber. Berbagai pertanyaan, masukan, serta pandangan disampaikan secara aktif sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pencegahan konflik sosial di wilayah masing-masing.
Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan oleh para peserta undangan dari berbagai organisasi masyarakat yang ada di Bali sebagai wadah silaturahmi, mempererat hubungan antar elemen, serta memperkuat jaringan komunikasi lintas sektor.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, pembulatan materi oleh moderator, serta menyanyikan lagu Bagimu Negeri sebagai bentuk penguatan semangat kebangsaan.

Sekitar pukul 12.00 Wita, seluruh rangkaian kegiatan berakhir dengan aman, tertib, dan lancar. Diharapkan melalui kegiatan ini, terbangun kesamaan persepsi dan komitmen bersama dalam mencegah konflik sosial, serta menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah, khususnya di Denpasar dan Kabupaten Badung.
Sapta Patriot/Red
