Kontroversi MBG Di Rancabungur : Warga Protes Kualitas Dan Manajemen Dapur Golden

Bogor.bentengkeadilannews.com. Program Makanan Bergizi (MBG) di wilayah Rancabungur kembali menjadi sorotan setelah muncul keluhan dan protes dari para wali murid dan masyarakat setempat terkait kualitas makanan serta pengelolaan yang dianggap tidak transparan oleh Dapur Golden yang menjadi penyedia utama.

Sejumlah wali murid dari berbagai sekolah, termasuk SDN Bantar Kambing dan SMP Negras, melaporkan bahwa menu MBG yang disajikan cenderung monoton dan kurang memenuhi standar gizi. Bahkan beberapa orang tua menyatakan mendapat laporan dari anak-anak mereka bahwa makanan seperti singkong, ubi, dan kentang kukus diberikan terus menerus tanpa variasi. Kondisi ini dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan gizi yang optimal untuk perkembangan anak-anak sekolah.

Keluhan lain mengarah kepada pengelolaan dapur yang dinilai kurang profesional dan tidak konsisten. Beberapa orang tua bahkan menemukan kondisi pangan yang kurang layak konsumsi, seperti telur dan buah yang sudah tidak segar, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan bagi siswa.

Masyarakat meminta agar pengelolaan program MBG dilakukan evaluasi menyeluruh serta pengawasan ketat dari pihak terkait, termasuk dinas pendidikan dan kesehatan. Ada juga usulan agar dana program MBG diberikan dalam bentuk tunai langsung kepada keluarga siswa agar lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Beberapa warga mengungkapkan kekecewaan dan berencana mengajukan aspirasi ke pemerintah daerah serta menggalang aksi bersama guna menuntut perbaikan dan transparansi program MBG agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa.

Lokasi pengelolaan dapur Golden di Lapangan Golden Futsal, Kampung Rancabungur RT 06/09, menjadi titik kritis yang mendapat perhatian intens dari masyarakat dan stakeholder.

Pihak pengelola serta pemerintah daerah didorong untuk segera mengambil langkah konkret dan memperbaiki manajemen agar program MBG dapat berjalan efektif, aman, dan bermanfaat bagi seluruh siswa.

Program MBG sendiri memiliki peranan penting dalam mendukung kecukupan gizi anak-anak sejak dini, sehingga pengelolaannya harus mengedepankan profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas.

(,Tim/Red)