Bogor.bentengkeadilannews.com. Sejumlah awak media menyoroti proses pencairan dana publikasi di RSUD Cibinong yang dinilai tidak transparan dan terkesan pilih kasih. Pasalnya, hingga kini beberapa media mengaku belum menerima pembayaran kerja sama publikasi, sementara media lain disebut telah lebih dulu dicairkan.
Salah satu perwakilan media yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kerja sama publikasi telah dijalankan sesuai kesepakatan, baik dalam bentuk pemberitaan maupun dokumentasi kegiatan rumah sakit. Namun, saat mengajukan pencairan anggaran, prosesnya justru berlarut-larut tanpa kejelasan.
“Kami sudah menjalankan kewajiban publikasi, tapi sampai sekarang belum ada pencairan. Anehnya, ada media lain yang informasinya sudah dibayar. Ini menimbulkan kesan tidak adil,” ujarnya, Kamis 15/1/26.
Keluhan serupa juga disampaikan beberapa pimpinan media lokal yang berharap pihak RSUD Cibinong dapat bersikap profesional dan transparan dalam pengelolaan anggaran publikasi, mengingat dana tersebut bersumber dari anggaran negara.
Menurut mereka, jika benar terdapat perbedaan perlakuan tanpa dasar yang jelas, hal itu berpotensi melanggar prinsip tata kelola yang baik (good governance) serta mencederai kemitraan antara institusi pemerintah dan insan pers.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Cibinong belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan pilih kasih dalam pencairan dana publikasi tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna mendapatkan penjelasan berimbang.
Para awak media berharap adanya klarifikasi terbuka serta perbaikan mekanisme ke depan agar kerja sama publikasi dapat berjalan profesional, adil, dan akuntabel sesuai aturan yang berlaku.
(Red)
