Bogor.betengkeadilannews.com. Pemadaman listrik yang terjadi secara mendadak tanpa pemberitahuan pada Rabu, 6 Mei 2026 sekitar pukul 20.25 WIB, menuai kemarahan warga di wilayah Karang Asem Barat, Citeureup. Warga menilai kinerja PT PLN (Persero) semakin buruk karena minimnya komunikasi kepada masyarakat.
Pemadaman yang terjadi saat aktivitas warga masih berlangsung ini dinilai sangat merugikan, terutama bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat yang bergantung pada listrik untuk kebutuhan sehari-hari.
Asep, pengurus Karang Taruna Karang Asem Barat Citeureup, mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian tersebut. Ia menyebut pemadaman tanpa informasi merupakan bentuk kelalaian yang tidak bisa terus dibiarkan.
“Seharusnya ada pemberitahuan resmi. Ini tidak ada sama sekali, tiba-tiba mati. Warga jelas dirugikan,” tegas Asep.
Menurutnya, kejadian seperti ini bukan yang pertama kali terjadi, sehingga memicu ketidakpercayaan warga terhadap pelayanan PLN. Ia juga menilai pihak PLN kurang responsif terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kalau terus seperti ini, kami akan dorong warga untuk menuntut ganti rugi. Ini bukan sekadar gangguan biasa, ini menyangkut kerugian nyata masyarakat,” tambahnya.
Warga mendesak PT PLN (Persero) untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait penyebab pemadaman tersebut, sekaligus memperbaiki sistem komunikasi agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT PLN (Persero) belum memberikan klarifikasi terkait insiden pemadaman listrik yang dikeluhkan warga.
(Red)
