Sukabumi.bentengkeadilannews.com. Kekecewaan mendalam diungkapkan Ketua Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PD GPII) Kota Sukabumi, Dede Irpan Apriandi. Hal ini dipicu oleh tidak tercantumnya nama GPII dalam daftar 93 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang diundang Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) dalam rapat koordinasi di Ruang Pertemuan Setda Kota Sukabumi, Senin (09/03).
Dede menilai, absennya GPII dalam daftar hadir tersebut merupakan bentuk pengabaian terhadap marwah organisasi yang selama ini aktif berkontribusi di Kota tersebut.
“Saya merasa tersinggung. Dari daftar undangan yang tersebar, nama GPII tidak ada. Ini Disporapar sengaja tidak mengakui kami atau bagaimana?” tegas Dede kepada awak media.
Ia menekankan bahwa secara administratif, GPII telah mengantongi Surat Keterangan Pelaporan Organisasi Kemasyarakatan (SKPOK) dari Kesbangpol. Bahkan, pihaknya kerap diundang langsung oleh Wali Kota dalam berbagai agenda daerah.
“Kami sudah lapor Kesbangpol, administrasi lengkap. Kenapa di Disporapar justru begini? Apakah ada intervensi atau ‘pembisik’ yang ingin mengucilkan kami?” tambahnya dengan nada tanya.
Dede menegaskan tidak akan tinggal diam. Pihaknya berencana segera meminta klarifikasi resmi dari pihak dinas terkait. Jika tidak ada jawaban memuaskan, aksi massa akan menjadi pilihan terakhir.
“Ini seolah meremehkan kami. Pelecehan eksistensi namanya. Kami akan datang meminta klarifikasi. Jika perlu, kami kerahkan massa untuk menegaskan bahwa GPII eksis dan punya marwah di Kota Sukabumi,” pungkasnya.
(Ade Eko)
