Sukabumi.bentengkeadilannews.com. Gelombang aksi massa yang mendatangi Walikota Sukabumi, Ayep Zaki dan Wakil Walikota Bobby Maulana, seolah tiada henti. Sejak pasca pelantikan, silih berganti massa aksi mulai dari kalangan mahasiswa, LSM, hingga organisasi kemasyarakatan (ormas) terus menyuarakan tuntutannya.
Belakangan ini, situasi semakin memanas setelah Forum RT-RW Bersatu turut turun ke jalan. Mereka menyuarakan aspirasi ke Gedung DPRD dan Balai Kota Sukabumi demi menagih janji-janji kampanye walikota. Mirisnya, alih-alih ditanggapi dengan bijak, pihak walikota justru mempertanyakan hal-hal yang dinilai tidak substansial.
Sikap tersebut memicu reaksi keras dari Ketua Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PD GPII) Sukabumi, Kang Dede Irpan. Ia menyoroti gaya kepemimpinan walikota yang dianggap jauh dari sosok pemimpin bijak dan pro-rakyat.
“Di awal kepemimpinannya, saya sempat husnuzan (berprasangka baik) dan selalu memperhatikan gaya kepemimpinannya yang ugal-ugalan. Namun kali ini, sepertinya tidak bisa lagi ber-husnuzan. Sudah terlalu jelas bahwa Ayep Zaki bukan sosok pemimpin daerah yang bijak dan pro terhadap kepentingan rakyat,” ujar Dede tegas.
Dede juga menilai Ayep Zaki terkesan arogan dan enggan melakukan introspeksi diri. Menurutnya, berbagai kebijakan dan keputusan Walikota kerap diambil tanpa pertimbangan matang, sehingga terus memicu polemik dan kontroversi di tengah masyarakat.
“Walikota sekarang terkesan arogan dan tidak pernah introspeksi diri. Dari rentetan aksi massa yang terus berganti, harusnya beliau sadar diri bahwa kebijakan dan keputusan yang diambilnya itu memicu kontroversi,” tambah Dede.
Melihat rentetan protes yang tak kunjung reda selama masa kepemimpinan Ayep Zaki, PD GPII Sukabumi merasa momentum saat ini sudah lebih dari cukup untuk mengambil sikap tegas. Mereka menyatakan siap berdiri di barisan terdepan bersama Forum RT-RW dan masyarakat untuk mengawal gerakan pemakzulan walikota.
“Melihat kejadian akhir-akhir ini, saya merasa perlu untuk turun langsung bersama RT-RW dan masyarakat. GPII siap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari barisan gerakan untuk pemakzulan Walikota Sukabumi,” pungkasnya.
(Isan)
