Bogor.bentengkeadilannews.com. Sejumlah masyarakat di sekitar Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Cariu 3, Kabupaten Bogor, mengaku resah dengan dugaan munculnya limbah yang menimbulkan bau tidak sedap dari aktivitas dapur tersebut.

Keluhan warga berkaitan dengan dugaan pengelolaan limbah yang dinilai belum optimal. Bau yang muncul disebut mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi.
“Kami berharap persoalan ini segera diperhatikan. Kalau memang ada limbah yang menimbulkan bau, harus ada penanganan yang jelas agar tidak mengganggu warga sekitar,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Selain persoalan dugaan limbah, masyarakat juga memperoleh informasi mengenai adanya salah satu pekerja SPPG yang disebut diberhentikan secara sepihak.
Informasi tersebut hingga kini masih memerlukan klarifikasi dari pihak pengelola SPPG, terutama mengenai alasan dan proses pemberhentian pekerja yang bersangkutan.
Warga berharap pihak pengelola Dapur MBG Cariu 3 dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pengelolaan limbah serta persoalan ketenagakerjaan tersebut.
Masyarakat juga meminta instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan instansi teknis lainnya, untuk melakukan pengecekan apabila laporan mengenai dugaan gangguan lingkungan tersebut terbukti.
“Program MBG tentu kami dukung karena manfaatnya untuk masyarakat. Tetapi kebersihan, pengelolaan limbah dan kenyamanan warga sekitar juga harus diperhatikan,” ujar warga lainnya.
Masyarakat menegaskan bahwa keluhan tersebut disampaikan bukan untuk menghambat program MBG, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar pelaksanaannya tetap memperhatikan aspek kesehatan lingkungan, kebersihan, dan hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar.
Catatan: Informasi mengenai dugaan limbah dan pemberhentian pekerja dalam pemberitaan ini merupakan keterangan awal dari masyarakat dan masih membutuhkan klarifikasi dari pihak pengelola SPPG/Dapur MBG Cariu 3 serta pemeriksaan dari instansi berwenang.
(San)
